You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Dibangun Rusun, 4 Pasar Segera Direlokasi
photo Doc - Beritajakarta.id

Empat Pasar Terintegrasi Rusun Segera Dibangun

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI segera membangun empat pasar terintegrasi dengan rumah susun (rusun).

Tidak masalah soal TPS, seperti di Pasar Senen kita kan ada bangun TPS, begitu juga Pasar Benhil

Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah DKI Jakarta, Ika Lestari Adji menegaskan, rencana tersebut sudah dibicarakan dengan PD Pasar Jaya. Untuk Rusunawa Blok G Tanah Abang, Ika masih mengkaji peruntukkannya.  

"Kalau di Tanah Abang itu kan memang dekat daerah perekonomian, mungkin untuk yang penghasilan menengah, nanti akan dilakukan telahan dulu untuk penghuninya," kata Ika, Selasa (2/2).

Rusun Blok G Tanah Abang Masuk Tahap Perencanaan

Keempat pasar terintergasi tersebut adalah Pasar Blok G Tanah Abang, Pasar Lontar Tanah Abang, Pasar Grogol dan Pasar Serdang Kemayoran. Rencana fisik pembangunan sendiri akan dimulai pada April mendatang.

Manajer Bidang Humas PD Pasar Jaya, Agus Lamun‎ mengatakan, untuk relokasi pihaknya tidak mengalami kesulitan. Nantinya akan dibangun sejumlah tempat penampungan sementara (TPS) yang letaknya disekitar pasar.

"Tidak masalah soal TPS, seperti di Pasar Senen kita kan ada bangun TPS, begitu juga Pasar Benhil, jadi untuk itu kita siapkan sarananya," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Perkuat Penanganan Kanker, Pram Resmikan Gedung Aura Oncology Center RSUD Pasar Minggu

    access_time30-10-2026 remove_red_eye6946 personDessy Suciati
  2. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5694 personNurito
  3. Ancol Berdzikir dan Bershalawat Perkuat Nilai Spiritual Menuju Kota Global

    access_time31-10-2026 remove_red_eye3805 personAnita Karyati
  4. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye2141 personFakhrizal Fakhri
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1912 personAnita Karyati